alhikmah-online | Ketika skandal BLBI
diangkat ke permukaan, mungkin sebagian orang akan mempertanyakan mengapa
catatan hitam Indonesia
dimasa krisis tersebut kembali diungkit. Apa relevansinya? Apakah bermanfaat
menguak kembali berkas-berkas korupsi masa lalu untuk kepentingan masa
sekarang? Tidaklah lebih baik kasus dikubur dan diterima saja sebagai ongkos
krisis, meskipun sangat mahal harganya, sehingga kita dapat memfokuskan diri
pada agenda-agenda perbaikan ekonomi di masa depan?
alhikmah-online| Empat hari lagi Ramadhan, sang tamu
agung telah diambang pintu, tinggal menghitung mundur waktu demi waktu dan menyabutnya
dengan ibadah dan kekhusyuan. Janganlah sejengkal waktu kita hilang tanpa makna,
dan Ramadhan tak mengubah keimanan dan karakter kita, tentunya kita tak ingin
Ramadhan kali ini sia-sia, maka tak salah kalau kita siapkan segala sesuatunya
dari saat ini juga, agar Ramadhan mampu
mempengaruhi ruhiyah kita. Apa yang perlu kita siapkan untuk
menempuh keutamaan Ramadhan..?
alhikmah-online| Bulan
yang dinantikan akan segera datang, bulan Ramadhan adalah bulan yang paling
mulia dan memiliki keistimewaan tersendiri, berbeda dengan bulan-bulan lainnya.
Bulan Ramadhan secara khusus adalah milik Alllah karena Dia lah Yang berjanji
akan mengganjar orang-orang yang beribadah kepada-Nya. Salah satu kekhususan
bulan Ramadhan itu adalah dengan adanya Qiyam Ramadhan di mana pahalanya tidak
tanggung-tanggung diberikan kepada seorang hamba. Apakah sebenarnya Qiyam
Ramadhan itu? bagaimana cara menghidupkannya? Apa pahala yang besar itu? Apa
syarat-syarat yang harus dipenuhi agar dapat meraihnya? Silahkan simak
uraiannya!
alhikmah-online|Ramadhan adalah hari yang selalu dinantikan mukminin diseluruh dunia, berjuta keistimewaan dibulan itu, dilipat
gandakan pahala, dihapuskan dari segala dosa, pintu-pintu Syurga dibuka,
ampunan dan keberkahan dicucurkan. orang-orang yang beriman berlomba
menjaring segala kebaikan. Mereka memperbanyak bacaan Al Quran. Allah
Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya
orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat serta
menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan
diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak
akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah
kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Menyukuri.” (QS. Fathir: 29-30). Atas keutamaan ini, maka Rosulullah SAW
sangat menganjurkan kepada kaum muslimin
agar dibulan Ramadhan, selalu memperbanyak waktunya dengan membaca Al Quran.
Alhikmah-online| Ramadhan
Akan segera menjelang, maka di dalam hati-hati seorang hamba Allah yang beriman,
akan merasa rindu dan sangat rindu. Andaikan semua muslimin mengetahui maka tak
ada kesia-siaan di bulan itu, dan semua ingin hari-harinya seperti Ramadhan,
Rosullulah SAW menganjurkan untuk selalu bersyahdat. Di sebuah khutbah
menjelang Ramadhan rosulullah SAW mengampaikan.Selain memerintah shaum, dalam
menyambut bulan Ramadhan, Rasulullah saw selalu memberikan beberapa nasehat dan
pesan-pesan. Inilah pesan Nabi tatkala memasuki Ramadhan, sahabat dan
Rosulullah SAW sangat mendamba dan sangat rindu pada bulan agung ini, mari kita
resapi makna di balik pesan-pesan dang rosul mulia
alhikmah-online| Ketika sebuah
masyarakat tak lagi menghargai moralitas sebagaimana mestinya, maka yang paling
terkena dampaknya dan yang berimplikasi sangat luas terhadap kehidupan adalah
jagat politik. Oleh karena makna substantif politik adalah moralitas, maka
dilihat dari sisi tujuan dan realitanya, jagat politik tidak dapat dipisahkan
dari moralitas. Politik tanpa moralitas akan kehilangan esensinya yang
paling fundamental. Jika ia telah kehilangan esensinya maka politik akan
menjadi mesin penghancur yang sangat efektif bagi semua tata kehidupan. Sebab
moralitas dalam jagat politik adalah kapasitas yang dapat membedakan kebijakan,
tindakan, dan perilaku politik yang benar dan yang salah. Atas dasar perbedaan
itulah semestinya para politisi bertindak dan berperilaku. Selanjutnya dengan
moralitas itu pula mereka merasa mendapat penghargaan diri ketika dapat
menerapkan standar itu pada kebijakan dan perilaku politik mereka dan
sebaliknya merasa bersalah atau setidak-tidaknya malu ketika mereka melanggar
standar tersebut.
alhikmah-online| Bulan Suci Ramadhan
kembali datang menyambut orang-orang beriman untuk menaiki tangga ketaqwaan dan
meraih kemenangan. Kemenangan atas syahwat, syetan dan musuhmusuh Islam
sehingga mengantarkan umat Islam meraih keberkahan hidup di dunia dan
kebahagiaan hidup di akhirat. Bulan Ramadhan datang pada saat orang-orang
beriman sangat membutuhkan kekuatan iman dan ruhiyah untuk menghadapi kondisi
sulit dan berat dalam kehidupan mereka. Kondisi inilah yang dihadapi hampir
seluruh umat Islam di seluruh dunia. Di Indonesia umat Islam masih dihadapkan
pada krisis berat dari semua sisi kehidupan. Sedangkan di belahan dunia Islam
lainnya, kondisi mereka tidak lebih baik dari Indonesia. Para da’i di Mesir, Al-Jazair, Tunisia,
Pakistan
dan lainnya masih banyak yang berada di dalam penjara. Sementara umat Islam di
Irak dan Afghanistan
menjadi sasaran tembak penjajah Amerika Serikat dan sekutunya. Adapun umat umat
Islam di Barat dan wilayah minoritas masih menghadapi problem diskriminasi dan
tuduhan teroris. Umat Islam di daerah minoritas semakin tertindas dan di daerah
mayoritas tidak dapat bebas melaksanakan Syari’ah Islam.